Jumat, 05 Desember 2014

kini aku datang ke rumahmu seraya panjatkan do'a,kutundukan kepala.
disetiap nafasku adalah darimu.
disetiap ragaku adalah milikmu.
disetiap langkahku adalah izinmu.
seluruh hidupku ku serahkan padamu
aku hanya hamba yang kotor penuh noda dan kekhilafan
pengampunan datang hanya padamu,terangi hati ini mewujudkan niat tulus melengkapi separuh agamaku.
aku tau diri dan sangat sadar diri, untuk mewujudkannya butuh pengorbanan serta cucuran kringat
apapun bentuk jalan yang akan engkau terapkan, aku tetap jalani dan ingin kan itu.
rahasia demi rahasia hanya engkau yang maha tau,sebesar apapun tolong tetap kuatkan aku...

Selasa, 03 Juni 2014

wehhh lama nih ngga ketik2 ,,hehehe
ngga sadar udah 4bulan setelah kejadian sandal gw kebawa orang,,
awal ceritanya gini,pas hari jum'at gw berangkat k masjid ,bukan untuk nyolong sandal tp emang lg kerasukan jin bener,,hahahha
apes si ngga ,pas udahan kelar dr ritual dn mw pulang ehhh,,sandal gw yg malah ilang..padahal lumayan bermerk lhooo,pura2nya maenan hp nungguin noh sampe ngga ada orang d masjid ngga tw'a ada sandal tersisa pas deket sandal gw,dengan rasa dongkol bin mendegol gw pake aja sandal yg tinggal satu2'a,,daripada gw pulang nyeker...setelah 2minggu berselang,ternyata sandal gw d pake sama anak bocah yg mungkin pas itu lg buru2 pengin minta duit jajan k ema'a.rencana'a minggu k 3 setelah paska kehilangan sandal gw bakal tanyain tu bocah,bener ngga'a sandal'a,masalah'a dy pake sendal jg kedodoran,,kaya anak bence pake sandal bapak'a,,hahahha
blm jg d balikin ngga tw'a sandal tu bocah yg gw pake ngga d tempat kos't gw,,gw coba tanya2 sama penghuni rumah ngga ada yg tw,dan bikin sebel'a lg ada 1 sandal sama persis dan merk'apun sama dengn sandal gw yg ilang..rencana mw tukeran ngga jadi krna emang udah tukeran sama makhluk yang belum jelas nyampe sekarang,,dan nyampe sekarang pula gw masih pake sandal yg merk'a sama sandal gw yg ilang,,emang si lebih pas d kaki,tp rasa seneng bin takut masih saja mnghantui...


Kamis, 08 Mei 2014


Tidak ada tujuan dari cinta kecuali membahagiakanmu. Jadi kalau orang patuh dalam jalan-jalan cinta, mudah baginya untuk berbahagia. Tapi karena kita sering meronta dalam cinta, rasanya seperti dilukai oleh cinta.

Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian.
Mantan sudah ke penghulu, kita masih kesepian.

Jadi sebetulnya yang menyiksa itu bukan mantan, tapi kita sendiri. Kita tidak bisa melihat orang lain bahagia terutama mantan.
Ternyata masalah utama menghadapi mantan itu adalah masalah internal kita.
Karena pacaran itu belum tentu menikah, logisnya sebagian pacar itu adalah calon mantan.
Perpisahan itu menyedihkan, karena harus ada sesuatu yang mati dalam diri kita, sebelum yang lebih baik tumbuh dan menguat. Dan kebanyakan kita tidak ikhlas mengizinkan yang lama mati.

Cara terbaik melupakan mantan, adalah mensyukuri yang sekarang.

Orang yang mensyukuri yang sekarang, ada dalam kehidupan sekarang. Orang-orang sukses selalu dalam hidupnya here and now, disini dan sekarang.
Banyak orang yang hidupnya dalam pengandaian.  Maka kuncinya adalah syukuri yang ada sekarang.

Kita lagi sibuk menyusun RESOLUSI 2014,
eh… mantan sibuk mempersiapkan RESEPSI 2014.

Kalau mau tertawa tidak usah menonton komedi, karena sebetulnya kehidupan kita ini lucu.
Berapa banyak orang ingin kaya, tapi tidak bersedia melakukan yang mebuat dirinya kaya. Ingin berilmu tapi susah sekali mengkondisikan diri untuk belajar.
Bukan hanya Tuhan yang tahu kita akan menjadi orang hebat dimasa depan, setan juga tahu. Dan yang dilakukan setan ketika tahu ada anak muda akan menajadi orang hebat, dia akan mengganggunya dan meniupkan rasa was-was, pesimis, malas, dan suka menyalahkan orang lain.
Maka semakin kita banyak masalah, semakin kita harus bersyukur; karena masalah adalah tanda bahwa kita bukan orang biasa.

Banyak anak muda belum berbeda dari bayi,  Mereka marah kalau mainan (mantan) yang dibuangnya diambil anak lain.

Orang yang mengalami pernikahan yang buruk; semua nasihat diabaikannya sebelum menikah, tapi paling dibutuhkan setelah menikah dan biasanya terlambat.
Lebih baik salah tapi tegas, daripada tidak tahu benar atau salah karena lama mengambil keputusan. Karena kehidupan ini harus cepat dan tegas, selesai dari satu hal kemudian beranjak ke hal berikutnya.
Banyak orang mengharapkan orang lain berubah, padahal dirinya sendiri sulit berubah. Kemudian menikah dan baru menyadari bahwa orang yang statusnya suami / istri ini tidak bisa berubah.

Sebagian besar pacar Anda adalah calon mantan. Jadi wajar jika kita akan sering putus.

Yang terbaik adalah bukan mengubah yang sudah terjadi, karena itu tidak mungkin. Tetapi yang terbaik adalah menjadi yang terbaik apapun yang terjadi.
Kekasih penyiksa selalu membandingkan kebaikan mantannya dulu, dengan kekurangan yang dimiliki kekasihnya yang sekarang.
Kalau tidak untuk kita, memang tidak untuk kita. Tetapi kalau memang untuk kita walaupun kita memutuskan untuk move on, move away, move up; dia tetap jadi.
Tapi yang dibutuhkan dari kita adalah ketegasan untuk menghormati diri.
Untuk setiap kelas kita pasti ada jodohnya sesuai kelas-nya masing-masing. Maka setiap peningkatan kelas kita, di sana ada jodoh yang sesuai kelas kita.
Maka pandaikan diri, bekerja yang jujur dan hebat, jadikan diri hadiah bagi kebaikan sesama. Ajarkan, anjurkan untuk menghormati perbedaan, kemudian kita disejahterakan karena kata-kata kita penting bagi orang lain.
Tuhan melindungi kesehatan kita, Tuhan melindungi keselamatan kita, lalu kita menjadi pribadi yang dicemerlangkan oleh Tuhan kehidupannya; maka jodohnya pun akan sekelas ini.
So.. jangan galau tentang  perempuan yang kelasnya tidak baik untuk kita.
Orang-orang yang meratapi perginya pengkhianat cinta, merasa dirinya pantas untuk dikhianati.
Hormati diri, berdirilah yang gagah; lalu katakan “kalo ini untukku, untukku; kalau tidak, Tuhan akan mengaturnya.”
Maka tugas kita adalah memutuskan, sebaik-baiknya yang kita rasakan dan kita pikirkan, lalu keputusan final-nya ada pada Tuhan.
Kalau kita percaya jodoh itu ada ditangan Tuhan, segera ambil; kalau kita percaya jodoh itu ditangan kita, putuskan. Lalu tinggal Tuhan yang Aprove.
Masalah cinta itu tidak akan pernah selesai; karena setelah menikahpun, masalahnya akan menjadi lebih berat.
Jangan Anda fikir cinta remaja itu berat…
Cinta yang sudah menikah, cinta orang yang sudah tua jauh lebih berat....
Kebutuhan tidak pernah berubah
kebutuhan makan, pakaian,hiburan dari dulu sampai sekarang sama,
yang berbeda adalah kesenangan, keinginan.
Orang butuh makanan dari dulu, tetapi yang disukainya beda
Orang butuh hiburan dari dulu, tetapi yang disukai beda
Banyak orang yang berubah nasibnya karena dia menjadi pribadi yang tidak diinginan untuk masa sekarang.
Orang-orang yang tidak menarik bagi orang lain,
tidak didekati orang bersama semua kebaikan yang ada pada orang itu
Jika ingin mengubah nasibnya
ia harus menjadi orang yang menarik
bagi orang-orang sekarang
Semua yang dilakukan saat muda menjadikan kita pribadi yang mampu saat kita sudah tua.
“Nasibku susah”
ya, karena tenaga waktu mudanya tidak dipakai untuk membangun kekuatan untuk masa tuanya
Kekuatan itu harus dibangun sejak muda
karena nasib berada di tangan kita
segala sesuatu dialam ini berada di tangan Tuhan
tetapi sudah diserahkan kepada kecuali takdir
Setiap orang membawa rejeki bersama dirinya.
Orang yang memilih teman yang baik,
kebaikan teman tersebut akan mengalir kepada kita.
Begitu juga sebaliknya
jika kita memilih teman yang buruk,
maka keburukan teman akan mengalir kepada kita.
Tidak boleh pilih-pilih dalam barlaku baik
bahkan tidak boleh berlaku tidak adil kepada orang yang kita benci
Ketika memilih teman yang tidak baik
semua hal yang tidak baik dari teman itu menjadi bagian dari hidup kita
Orang yang bersahabat dengan orang jahat berarti ia menjahati dirinya
Oleh karena itu dalam bersahabat harus memilih
sama halnya seperti menikah,
mencari pasangan hidup harus memilih
tetapi dalam melakukan kebaikan tidak boleh pilih-pilih.
Yang berkenaan dengan nasib itu luas sekali,
semua yang berkenaan dengan pilihan kita
upayakan pemberhasilannya ada dalam wilayah nasib.
Berhasil mengupayakan mencapai sebuah pilihan,
berarti ia berhasil baik
bagaimana kalau tidak tercapai?
berarti ada nasib lainnya.
Jadi nasib itu tidak satu, tetapi banyak.
seperti halnya mengenai rejeki.
Yang ditetapkan Tuhan bukan jumlahnya,
tetapi caranya
kalau caranya baik, maka rejekinya baik.
Untuk mendapat kejelasan dalam memilih nasib yang baik,
ada sistem pemberitahuan yaitu keinginan.
Keinginan itu datangnya dari Tuhan
keinginan tidak datang dari setan
setan membantu kita merasa ingin
setan hanya membantu memilih keinginan yang merugikan kita.
Keinginan itu indah sekali
kalau keinginan yang kita dapatkan ingin datangnya dari Tuhan
maka sucikan pikiran, sucikan hati
sehingga keinginan itu datang dari Tuhan
tidak mungkin Tuhan membuat orang ingin sukses,
tetapi tidak diberi kemampuan untuk sukses
Jadi jika ada keinginan, maka akan disertakan dengan kemampuannya.

Senin, 17 Maret 2014

Menurut Ahmad Gozali ada 4 Pos penting yang di haruskan saat Menghabiskan Gaji:

1. Pengeluaran yang bersifat Sosial ; Dalam Islam, setiap penghasilan harus dikeluarkan zakatnya, yang berarti 2,5% dari penghasilan yang di dapat jelas bukan milik kita, melainkan “Hak Allah” untuk disampaikan kepada yang berhak. Allah menitipkan 2,5%  hak orang lain dengan memberi kita ongkos kirim sebesar 97,5%, bisnis yang sangat menguntungkan bukan? Maka keterlaluan sekali bila tidak kita lakukan.

2. Pengeluaran untuk cicilan utang; Pos ini dinamakan “Hak Orang Lain”, karena utang memang hak orang lain yang harus kita bayarkan. Dalam pos ini, KPR adalah salah satu penghuninya, alasannya sebab walau harga rumah naik setiap tahunnya tetapi sifatnya adalah utang yang bila tidak dibayarkan maka akan dikenakan denda dan mempengaruhi kredibilitas ketika mengajukan kredit di bank berikutnya.

3. Pengeluaran untuk saving; “Hak kita sendiri di masa depan” itu nama pos ketiga ini. Pos ini beranggotakan semua yang berbentuk tabungan atau menabung secara umum. Tabungan, Reksadana, Premi Asuransi, dan Investasi di manapun.

4. Pengeluaran untuk biaya hidup; pos yang paling penting ini berada di urutan terakhir dari semua rangkaian cara menghabiskan Gaji, yang dijuluki “Hak kita sendiri di masa sekarang”. Pos ini berada di garis akhir karena hakikinya adalah pos yang paling mudah di atur dan sangat fleksibel. Sebab banyak uang atau sedikit uang dalam pos ini, kita tetap makan dan akan tetap bertahan hidup walau dengan pola yang berbeda. Dan karena pos ini berada di garis finish maka kita berpeluang menghindari berlebih-lebihan dalam gaya hidup.

kutipan buku "habiskan saja gajimu"

Jumat, 07 Maret 2014

Jika suatu saat kau jadi ibu, …….
Jadilah kalian seperti Asma’ binti Abu Bakar yang berhasil mengobarkan semangat Abdullah bin Zubair (anaknya) yang dengan menakjubkan sanggup bertahan dari gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga syahid menjemputnya. Namanya abadi dalam sejarah dan kata-kata Asma’ “Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),”…. abadi hingga kini.
Jika suatu saat kau jadi ibu,……
Jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi sang anaknya yang kala itu masih remaja. Usianya baru 13 tahun ketika ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar. Rasulullah yang tak mengabulkan keinginannya, membuat sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang lain ketika ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Dan tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an. Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris wahyu. Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini…………… Zaid bin Tsabit.
Jika suatu saat kau jadi ibu……..
Jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah. Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu. Kelak, ia tumbuh menjadi ulama hadits dan imam Madzhab. Ia tidak lain adalah…………Imam Ahmad.
Jika suatu saat kau jadi ibu…..
Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya. Seperti Ummu Habibah. Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya. Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya:
“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu. Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya. Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, amin!”.
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya……….Imam Syafi’i.
Jika suatu saat kau jadi ibu……
Jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya Abdurrahman. Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram, dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu.
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, besok kamu adalah Imam Masjidil Haram…”, katanya memotivasi sang anak. “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, besok kamu adalah imam masjidil haram…”
Sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan. Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi imam masjidil Haram dan ulama dunia yang disegani. Kita pasti sering mendengar murattalnya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama………. Abdurrahman As-Sudais.