Tidak ada tujuan dari cinta kecuali membahagiakanmu. Jadi kalau orang patuh dalam jalan-jalan cinta, mudah baginya untuk berbahagia. Tapi karena kita sering meronta dalam cinta, rasanya seperti dilukai oleh cinta.
Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian.
Mantan sudah ke penghulu, kita masih kesepian.
Jadi sebetulnya yang menyiksa itu bukan mantan, tapi kita sendiri. Kita tidak bisa melihat orang lain bahagia terutama mantan.
Ternyata masalah utama menghadapi mantan itu adalah masalah internal kita.
Karena pacaran itu belum tentu menikah, logisnya sebagian pacar itu adalah calon mantan.
Perpisahan itu menyedihkan, karena harus ada sesuatu yang mati dalam diri kita, sebelum yang lebih baik tumbuh dan menguat. Dan kebanyakan kita tidak ikhlas mengizinkan yang lama mati.
Cara terbaik melupakan mantan, adalah mensyukuri yang sekarang.
Orang yang mensyukuri yang sekarang, ada dalam kehidupan sekarang. Orang-orang sukses selalu dalam hidupnya here and now, disini dan sekarang.
Banyak orang yang hidupnya dalam pengandaian. Maka kuncinya adalah syukuri yang ada sekarang.
Kita lagi sibuk menyusun RESOLUSI 2014,
eh… mantan sibuk mempersiapkan RESEPSI 2014.
Kalau mau tertawa tidak usah menonton komedi, karena sebetulnya kehidupan kita ini lucu.
Berapa banyak orang ingin kaya, tapi tidak bersedia melakukan yang mebuat dirinya kaya. Ingin berilmu tapi susah sekali mengkondisikan diri untuk belajar.
Bukan hanya Tuhan yang tahu kita akan menjadi orang hebat dimasa depan, setan juga tahu. Dan yang dilakukan setan ketika tahu ada anak muda akan menajadi orang hebat, dia akan mengganggunya dan meniupkan rasa was-was, pesimis, malas, dan suka menyalahkan orang lain.
Maka semakin kita banyak masalah, semakin kita harus bersyukur; karena masalah adalah tanda bahwa kita bukan orang biasa.
Banyak anak muda belum berbeda dari bayi, Mereka marah kalau mainan (mantan) yang dibuangnya diambil anak lain.
Orang yang mengalami pernikahan yang buruk; semua nasihat diabaikannya sebelum menikah, tapi paling dibutuhkan setelah menikah dan biasanya terlambat.
Lebih baik salah tapi tegas, daripada tidak tahu benar atau salah karena lama mengambil keputusan. Karena kehidupan ini harus cepat dan tegas, selesai dari satu hal kemudian beranjak ke hal berikutnya.
Banyak orang mengharapkan orang lain berubah, padahal dirinya sendiri sulit berubah. Kemudian menikah dan baru menyadari bahwa orang yang statusnya suami / istri ini tidak bisa berubah.
Sebagian besar pacar Anda adalah calon mantan. Jadi wajar jika kita akan sering putus.
Yang terbaik adalah bukan mengubah yang sudah terjadi, karena itu tidak mungkin. Tetapi yang terbaik adalah menjadi yang terbaik apapun yang terjadi.
Kekasih penyiksa selalu membandingkan kebaikan mantannya dulu, dengan kekurangan yang dimiliki kekasihnya yang sekarang.
Kalau tidak untuk kita, memang tidak untuk kita. Tetapi kalau memang untuk kita walaupun kita memutuskan untuk move on, move away, move up; dia tetap jadi.
Tapi yang dibutuhkan dari kita adalah ketegasan untuk menghormati diri.
Untuk setiap kelas kita pasti ada jodohnya sesuai kelas-nya masing-masing. Maka setiap peningkatan kelas kita, di sana ada jodoh yang sesuai kelas kita.
Maka pandaikan diri, bekerja yang jujur dan hebat, jadikan diri hadiah bagi kebaikan sesama. Ajarkan, anjurkan untuk menghormati perbedaan, kemudian kita disejahterakan karena kata-kata kita penting bagi orang lain.
Tuhan melindungi kesehatan kita, Tuhan melindungi keselamatan kita, lalu kita menjadi pribadi yang dicemerlangkan oleh Tuhan kehidupannya; maka jodohnya pun akan sekelas ini.
So.. jangan galau tentang perempuan yang kelasnya tidak baik untuk kita.
Orang-orang yang meratapi perginya pengkhianat cinta, merasa dirinya pantas untuk dikhianati.
Hormati diri, berdirilah yang gagah; lalu katakan “kalo ini untukku, untukku; kalau tidak, Tuhan akan mengaturnya.”
Maka tugas kita adalah memutuskan, sebaik-baiknya yang kita rasakan dan kita pikirkan, lalu keputusan final-nya ada pada Tuhan.
Kalau kita percaya jodoh itu ada ditangan Tuhan, segera ambil; kalau kita percaya jodoh itu ditangan kita, putuskan. Lalu tinggal Tuhan yang Aprove.
Masalah cinta itu tidak akan pernah selesai; karena setelah menikahpun, masalahnya akan menjadi lebih berat.
Jangan Anda fikir cinta remaja itu berat…
Cinta yang sudah menikah, cinta orang yang sudah tua jauh lebih berat....