Jumat, 05 Desember 2014

kini aku datang ke rumahmu seraya panjatkan do'a,kutundukan kepala.
disetiap nafasku adalah darimu.
disetiap ragaku adalah milikmu.
disetiap langkahku adalah izinmu.
seluruh hidupku ku serahkan padamu
aku hanya hamba yang kotor penuh noda dan kekhilafan
pengampunan datang hanya padamu,terangi hati ini mewujudkan niat tulus melengkapi separuh agamaku.
aku tau diri dan sangat sadar diri, untuk mewujudkannya butuh pengorbanan serta cucuran kringat
apapun bentuk jalan yang akan engkau terapkan, aku tetap jalani dan ingin kan itu.
rahasia demi rahasia hanya engkau yang maha tau,sebesar apapun tolong tetap kuatkan aku...

Selasa, 03 Juni 2014

wehhh lama nih ngga ketik2 ,,hehehe
ngga sadar udah 4bulan setelah kejadian sandal gw kebawa orang,,
awal ceritanya gini,pas hari jum'at gw berangkat k masjid ,bukan untuk nyolong sandal tp emang lg kerasukan jin bener,,hahahha
apes si ngga ,pas udahan kelar dr ritual dn mw pulang ehhh,,sandal gw yg malah ilang..padahal lumayan bermerk lhooo,pura2nya maenan hp nungguin noh sampe ngga ada orang d masjid ngga tw'a ada sandal tersisa pas deket sandal gw,dengan rasa dongkol bin mendegol gw pake aja sandal yg tinggal satu2'a,,daripada gw pulang nyeker...setelah 2minggu berselang,ternyata sandal gw d pake sama anak bocah yg mungkin pas itu lg buru2 pengin minta duit jajan k ema'a.rencana'a minggu k 3 setelah paska kehilangan sandal gw bakal tanyain tu bocah,bener ngga'a sandal'a,masalah'a dy pake sendal jg kedodoran,,kaya anak bence pake sandal bapak'a,,hahahha
blm jg d balikin ngga tw'a sandal tu bocah yg gw pake ngga d tempat kos't gw,,gw coba tanya2 sama penghuni rumah ngga ada yg tw,dan bikin sebel'a lg ada 1 sandal sama persis dan merk'apun sama dengn sandal gw yg ilang..rencana mw tukeran ngga jadi krna emang udah tukeran sama makhluk yang belum jelas nyampe sekarang,,dan nyampe sekarang pula gw masih pake sandal yg merk'a sama sandal gw yg ilang,,emang si lebih pas d kaki,tp rasa seneng bin takut masih saja mnghantui...


Kamis, 08 Mei 2014


Tidak ada tujuan dari cinta kecuali membahagiakanmu. Jadi kalau orang patuh dalam jalan-jalan cinta, mudah baginya untuk berbahagia. Tapi karena kita sering meronta dalam cinta, rasanya seperti dilukai oleh cinta.

Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian.
Mantan sudah ke penghulu, kita masih kesepian.

Jadi sebetulnya yang menyiksa itu bukan mantan, tapi kita sendiri. Kita tidak bisa melihat orang lain bahagia terutama mantan.
Ternyata masalah utama menghadapi mantan itu adalah masalah internal kita.
Karena pacaran itu belum tentu menikah, logisnya sebagian pacar itu adalah calon mantan.
Perpisahan itu menyedihkan, karena harus ada sesuatu yang mati dalam diri kita, sebelum yang lebih baik tumbuh dan menguat. Dan kebanyakan kita tidak ikhlas mengizinkan yang lama mati.

Cara terbaik melupakan mantan, adalah mensyukuri yang sekarang.

Orang yang mensyukuri yang sekarang, ada dalam kehidupan sekarang. Orang-orang sukses selalu dalam hidupnya here and now, disini dan sekarang.
Banyak orang yang hidupnya dalam pengandaian.  Maka kuncinya adalah syukuri yang ada sekarang.

Kita lagi sibuk menyusun RESOLUSI 2014,
eh… mantan sibuk mempersiapkan RESEPSI 2014.

Kalau mau tertawa tidak usah menonton komedi, karena sebetulnya kehidupan kita ini lucu.
Berapa banyak orang ingin kaya, tapi tidak bersedia melakukan yang mebuat dirinya kaya. Ingin berilmu tapi susah sekali mengkondisikan diri untuk belajar.
Bukan hanya Tuhan yang tahu kita akan menjadi orang hebat dimasa depan, setan juga tahu. Dan yang dilakukan setan ketika tahu ada anak muda akan menajadi orang hebat, dia akan mengganggunya dan meniupkan rasa was-was, pesimis, malas, dan suka menyalahkan orang lain.
Maka semakin kita banyak masalah, semakin kita harus bersyukur; karena masalah adalah tanda bahwa kita bukan orang biasa.

Banyak anak muda belum berbeda dari bayi,  Mereka marah kalau mainan (mantan) yang dibuangnya diambil anak lain.

Orang yang mengalami pernikahan yang buruk; semua nasihat diabaikannya sebelum menikah, tapi paling dibutuhkan setelah menikah dan biasanya terlambat.
Lebih baik salah tapi tegas, daripada tidak tahu benar atau salah karena lama mengambil keputusan. Karena kehidupan ini harus cepat dan tegas, selesai dari satu hal kemudian beranjak ke hal berikutnya.
Banyak orang mengharapkan orang lain berubah, padahal dirinya sendiri sulit berubah. Kemudian menikah dan baru menyadari bahwa orang yang statusnya suami / istri ini tidak bisa berubah.

Sebagian besar pacar Anda adalah calon mantan. Jadi wajar jika kita akan sering putus.

Yang terbaik adalah bukan mengubah yang sudah terjadi, karena itu tidak mungkin. Tetapi yang terbaik adalah menjadi yang terbaik apapun yang terjadi.
Kekasih penyiksa selalu membandingkan kebaikan mantannya dulu, dengan kekurangan yang dimiliki kekasihnya yang sekarang.
Kalau tidak untuk kita, memang tidak untuk kita. Tetapi kalau memang untuk kita walaupun kita memutuskan untuk move on, move away, move up; dia tetap jadi.
Tapi yang dibutuhkan dari kita adalah ketegasan untuk menghormati diri.
Untuk setiap kelas kita pasti ada jodohnya sesuai kelas-nya masing-masing. Maka setiap peningkatan kelas kita, di sana ada jodoh yang sesuai kelas kita.
Maka pandaikan diri, bekerja yang jujur dan hebat, jadikan diri hadiah bagi kebaikan sesama. Ajarkan, anjurkan untuk menghormati perbedaan, kemudian kita disejahterakan karena kata-kata kita penting bagi orang lain.
Tuhan melindungi kesehatan kita, Tuhan melindungi keselamatan kita, lalu kita menjadi pribadi yang dicemerlangkan oleh Tuhan kehidupannya; maka jodohnya pun akan sekelas ini.
So.. jangan galau tentang  perempuan yang kelasnya tidak baik untuk kita.
Orang-orang yang meratapi perginya pengkhianat cinta, merasa dirinya pantas untuk dikhianati.
Hormati diri, berdirilah yang gagah; lalu katakan “kalo ini untukku, untukku; kalau tidak, Tuhan akan mengaturnya.”
Maka tugas kita adalah memutuskan, sebaik-baiknya yang kita rasakan dan kita pikirkan, lalu keputusan final-nya ada pada Tuhan.
Kalau kita percaya jodoh itu ada ditangan Tuhan, segera ambil; kalau kita percaya jodoh itu ditangan kita, putuskan. Lalu tinggal Tuhan yang Aprove.
Masalah cinta itu tidak akan pernah selesai; karena setelah menikahpun, masalahnya akan menjadi lebih berat.
Jangan Anda fikir cinta remaja itu berat…
Cinta yang sudah menikah, cinta orang yang sudah tua jauh lebih berat....
Kebutuhan tidak pernah berubah
kebutuhan makan, pakaian,hiburan dari dulu sampai sekarang sama,
yang berbeda adalah kesenangan, keinginan.
Orang butuh makanan dari dulu, tetapi yang disukainya beda
Orang butuh hiburan dari dulu, tetapi yang disukai beda
Banyak orang yang berubah nasibnya karena dia menjadi pribadi yang tidak diinginan untuk masa sekarang.
Orang-orang yang tidak menarik bagi orang lain,
tidak didekati orang bersama semua kebaikan yang ada pada orang itu
Jika ingin mengubah nasibnya
ia harus menjadi orang yang menarik
bagi orang-orang sekarang
Semua yang dilakukan saat muda menjadikan kita pribadi yang mampu saat kita sudah tua.
“Nasibku susah”
ya, karena tenaga waktu mudanya tidak dipakai untuk membangun kekuatan untuk masa tuanya
Kekuatan itu harus dibangun sejak muda
karena nasib berada di tangan kita
segala sesuatu dialam ini berada di tangan Tuhan
tetapi sudah diserahkan kepada kecuali takdir
Setiap orang membawa rejeki bersama dirinya.
Orang yang memilih teman yang baik,
kebaikan teman tersebut akan mengalir kepada kita.
Begitu juga sebaliknya
jika kita memilih teman yang buruk,
maka keburukan teman akan mengalir kepada kita.
Tidak boleh pilih-pilih dalam barlaku baik
bahkan tidak boleh berlaku tidak adil kepada orang yang kita benci
Ketika memilih teman yang tidak baik
semua hal yang tidak baik dari teman itu menjadi bagian dari hidup kita
Orang yang bersahabat dengan orang jahat berarti ia menjahati dirinya
Oleh karena itu dalam bersahabat harus memilih
sama halnya seperti menikah,
mencari pasangan hidup harus memilih
tetapi dalam melakukan kebaikan tidak boleh pilih-pilih.
Yang berkenaan dengan nasib itu luas sekali,
semua yang berkenaan dengan pilihan kita
upayakan pemberhasilannya ada dalam wilayah nasib.
Berhasil mengupayakan mencapai sebuah pilihan,
berarti ia berhasil baik
bagaimana kalau tidak tercapai?
berarti ada nasib lainnya.
Jadi nasib itu tidak satu, tetapi banyak.
seperti halnya mengenai rejeki.
Yang ditetapkan Tuhan bukan jumlahnya,
tetapi caranya
kalau caranya baik, maka rejekinya baik.
Untuk mendapat kejelasan dalam memilih nasib yang baik,
ada sistem pemberitahuan yaitu keinginan.
Keinginan itu datangnya dari Tuhan
keinginan tidak datang dari setan
setan membantu kita merasa ingin
setan hanya membantu memilih keinginan yang merugikan kita.
Keinginan itu indah sekali
kalau keinginan yang kita dapatkan ingin datangnya dari Tuhan
maka sucikan pikiran, sucikan hati
sehingga keinginan itu datang dari Tuhan
tidak mungkin Tuhan membuat orang ingin sukses,
tetapi tidak diberi kemampuan untuk sukses
Jadi jika ada keinginan, maka akan disertakan dengan kemampuannya.

Senin, 17 Maret 2014

Menurut Ahmad Gozali ada 4 Pos penting yang di haruskan saat Menghabiskan Gaji:

1. Pengeluaran yang bersifat Sosial ; Dalam Islam, setiap penghasilan harus dikeluarkan zakatnya, yang berarti 2,5% dari penghasilan yang di dapat jelas bukan milik kita, melainkan “Hak Allah” untuk disampaikan kepada yang berhak. Allah menitipkan 2,5%  hak orang lain dengan memberi kita ongkos kirim sebesar 97,5%, bisnis yang sangat menguntungkan bukan? Maka keterlaluan sekali bila tidak kita lakukan.

2. Pengeluaran untuk cicilan utang; Pos ini dinamakan “Hak Orang Lain”, karena utang memang hak orang lain yang harus kita bayarkan. Dalam pos ini, KPR adalah salah satu penghuninya, alasannya sebab walau harga rumah naik setiap tahunnya tetapi sifatnya adalah utang yang bila tidak dibayarkan maka akan dikenakan denda dan mempengaruhi kredibilitas ketika mengajukan kredit di bank berikutnya.

3. Pengeluaran untuk saving; “Hak kita sendiri di masa depan” itu nama pos ketiga ini. Pos ini beranggotakan semua yang berbentuk tabungan atau menabung secara umum. Tabungan, Reksadana, Premi Asuransi, dan Investasi di manapun.

4. Pengeluaran untuk biaya hidup; pos yang paling penting ini berada di urutan terakhir dari semua rangkaian cara menghabiskan Gaji, yang dijuluki “Hak kita sendiri di masa sekarang”. Pos ini berada di garis akhir karena hakikinya adalah pos yang paling mudah di atur dan sangat fleksibel. Sebab banyak uang atau sedikit uang dalam pos ini, kita tetap makan dan akan tetap bertahan hidup walau dengan pola yang berbeda. Dan karena pos ini berada di garis finish maka kita berpeluang menghindari berlebih-lebihan dalam gaya hidup.

kutipan buku "habiskan saja gajimu"

Jumat, 07 Maret 2014

Jika suatu saat kau jadi ibu, …….
Jadilah kalian seperti Asma’ binti Abu Bakar yang berhasil mengobarkan semangat Abdullah bin Zubair (anaknya) yang dengan menakjubkan sanggup bertahan dari gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga syahid menjemputnya. Namanya abadi dalam sejarah dan kata-kata Asma’ “Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),”…. abadi hingga kini.
Jika suatu saat kau jadi ibu,……
Jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi sang anaknya yang kala itu masih remaja. Usianya baru 13 tahun ketika ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar. Rasulullah yang tak mengabulkan keinginannya, membuat sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang lain ketika ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Dan tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an. Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris wahyu. Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini…………… Zaid bin Tsabit.
Jika suatu saat kau jadi ibu……..
Jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah. Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu. Kelak, ia tumbuh menjadi ulama hadits dan imam Madzhab. Ia tidak lain adalah…………Imam Ahmad.
Jika suatu saat kau jadi ibu…..
Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya. Seperti Ummu Habibah. Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya. Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya:
“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu. Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya. Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, amin!”.
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya……….Imam Syafi’i.
Jika suatu saat kau jadi ibu……
Jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya Abdurrahman. Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram, dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu.
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, besok kamu adalah Imam Masjidil Haram…”, katanya memotivasi sang anak. “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, besok kamu adalah imam masjidil haram…”
Sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan. Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi imam masjidil Haram dan ulama dunia yang disegani. Kita pasti sering mendengar murattalnya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama………. Abdurrahman As-Sudais.
Ini rumusnya, silakan dicocokkan dengan situasi kalian

1. Laki-laki serius + wanita serius = pernikahan
2. Laki-laki serius + wanita main-main = "digantung" kayak jemuran
3. Laki-laki main-main + wanita serius = menunggu tak bosan-bosan
4. Laki-laki main-main + wanita main-main = pacaran

___________________________________________________________________________________

Wanita yang mau dinikahi oleh lelaki mapan, itu sudah biasa.
Antre malah.

Tapi wanita yang mau berjuang dari bawah membangun rumah tangga dengan suaminya? 
Itu luar biasa dan sulit ditemui.

Sebaliknya, lelaki yang bisa tetap setia kepada istri yang menemaninya dari bawah hingga saat hidupnya kini mapan bergelimang harta, juga tak kalah luar biasanya.

_____________________________________________________________________________________________

Jodoh terbaikmu adalah SEBAIK dirimu,

Nasib terbaikmu adalah SEBAIK upayamu,Kebaikanmu adalah UNTUKMU dan keburukanmu adalah juga UNTUKMU.

Karena ALLAH telah mewenangkanmu, untuk
menjadi penentu kebaikan NASIBMU.

Maka, janganlah khawatirkan takdirmu,
Tapi upayakanlah nasib baikmu.

Tidaklah ALLAH menciptakanmu kecuali
memuliakanmu,maka patuhlah engkau kepada Tuhanmu,Agar dimuliakan oleh-Nya kehidupanmu,disehatkan tubuh dan jiwamu,Dibaikkan rezekimu,

Diindahkan jodohmu,..
Disejahterakan keluargamu,

Diharumkan namamu,..
Dipanjangkan umurmu,
agar engkau dirahmatkan bagi sesamamu.

Dan yang paling indah dari semua itu,adalah jika ALLAH menjadikanmu penegak agamamu.


___________________________________________________________________________________

Pria itu :

1. Sebenarnya pria tidak mencari wanita yang cantik, tapi yang dicari adalah wanita yang enak dilihat dan mempesona. (Untuk itu, ia selalu memintamu untuk berdandan. Bukan karena ia mata keranjang, tetapi mereka ingin kamu terlihat mempesona dimatanya)

2. Pria sangat benci dikhianati. (Walau mereka egois, keras, dan sok kuat, tetapi mereka adalah makhluk yang ra
puh dihatinya)

3. Detik ini ia menyukai mu, beberapa detik kemudian, ia lupa dan malah asyik bersama teman-temannya. (Hal ini wajar, tetapi bukan berarti kamu tak pernah ada di hatinya)

4. Jika ia mengatakan “Ya", memang aku nggak ngerti kamu,” itu artinya pemikiran dia dan kamu berbeda. (Bukan berarti tak bisa bersatu, tetapi coba untuk saling memahami satu sama lain)

5. Dalam sehari, ia akan sibuk bermain dan menjalani aktivitasnya bersama teman-temannya. Tetapi percayalah, saat ia bersiap untuk tidur, kamu selalu terbersit di dalam benaknya. (Dan percayalah, mereka suka senyum-senyum sendiri saat membayangkan betapa cantiknya kamu hari ini)

6. “Kamu lagi ngapain?” atau “Sudah makan belum?” adalah kalimat yang paling sering diucapkan pria saat di telepon. (Mereka memang bukan makhluk yang pandai berbasa-basi, tetapi mereka sungguh ingin tahu semua hal detail soal kamu)

7. Jika seorang pria benar-benar mencintaimu, ia akan menerima kamu apa adanya. Tak peduli kamu itu gemuk, hitam atau berjerawat. (Mereka mungkin akan memberi saran pada mu untuk diet saat kamu merasa gemuk, tetapi mereka tulus selalu mencintai mu)

8. Pria sangat tergila-gila saat melihat senyuman mu. (Untuk itu jangan memelihara cemberut di wajah mu, tersenyum dan buatlah ia semakin terpesona)

9. Pria akan melakukan apa saja untuk meraih perhatian kamu. (Termasuk memamerkan kisahnya dengan sang mantan, walau terkadang hal ini tak perlu diceritakannya pada mu).



by: bang ali

Rabu, 26 Februari 2014

beri tahu pdaku suatu fakta mk ak akn belajar.
beri tahu pdaku suatu kebenaran mk ak akn percaya.
beri tahu pdaku suatu kisah mk kisah itu akn hdup dlm hatiku slm'a.

Jumat, 21 Februari 2014

berawal dr mlem jum'at,ya skitar abis isya lngsung fokus d depan kompi yg udah menua,tanpa ketinggalan mngucap bissmillah tanpa sunah sunah rosul yg banyk orng lalukan,,ini  gw ini mimpi gw..mulai fokus membangun usaha sendri,lewat jaringan online,pemasaran offline,gw berdiri dri sisa modal yg habis krna ketidak beruntungan,..yahhh terlalu banyak sayatan,trlalu bnyk liku yg ngga masuk logika,gw coba cerna dngan nalar marketing,emng konyol si,tp lngkah udah mulai ke depan,hampir semua udah d korbanin,tinggal harga diri si yg blm,mngkin jg ngga ada orng yg mau beli.mngka'a gw msh simpen aja..hehehehheh
bergelut d depan komputer ngga berasa udah jam 2 pagi,gw jga ngga tw hasil'a apa aja yg pasti gw bakal menuai hasil'a kelak,insyllah.segelas kopi item dn sebungkus rokok abis temani mimpiku..
ngga berasa hri jum'at jam 5 pagi udah d bangunin sama gemuruh azdan subuh,sambil mata merem gw coba jln k arah kamar mandi,jelas g pngin ambil air wudhu<lg alim crt'a gw>selesai shalat ,,sengantuk apapun gw coba baca buku yg emng udah jadi hobi sejak kemaren,hahahhah...
pagi penuh berkah ini emng sengaja gw ngga masuk kantor maklum kali ini tugas kul emng nyita waktu bngt,dengn kopi item dn rokok yg gw beli setengah bungkus dr arung gw coba berselancar d depan kompi,,sampai waktu setengh 12,maklum sesibuk apapun gw sempetin ibadah sama allah,,<biar ganteng'a nambah,hahha>
mulai jam 1 gw lnjut lg d depan kompi,ngerjain tugas yg blm tentu ada akhir'a,,tnpa ketinggal gw coba seduh kopi item yg udah jd teman sejati tp kli ini rokok yg udah abis,untung temen gw lupa bawa rokok'a,gw bbmlah dy buat mnta sk k dy buat ijin isep si belahan jiwa(rokok),wktu cepet bngt jln ngga berasa dr kmren nyampe skrng gw d temenin belahan jiwa (kopi+udud) hinggapukul 06:20 gw berasa laper .
nasi ohhh nasi ,,,
stres dok kom
21 feb 2014

Rabu, 01 Januari 2014

Jika suatu saat kau jadi ibu, …….
Jadilah kalian seperti Asma’ binti Abu Bakar yang berhasil mengobarkan semangat Abdullah bin Zubair (anaknya) yang dengan menakjubkan sanggup bertahan dari gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga syahid menjemputnya. Namanya abadi dalam sejarah dan kata-kata Asma’ “Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),”…. abadi hingga kini.
Jika suatu saat kau jadi ibu,……
Jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi sang anaknya yang kala itu masih remaja. Usianya baru 13 tahun ketika ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar. Rasulullah yang tak mengabulkan keinginannya, membuat sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang lain ketika ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Dan tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an. Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris wahyu. Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini…………… Zaid bin Tsabit.
Jika suatu saat kau jadi ibu……..
Jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah. Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu. Kelak, ia tumbuh menjadi ulama hadits dan imam Madzhab. Ia tidak lain adalah…………Imam Ahmad.
Jika suatu saat kau jadi ibu…..
Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya. Seperti Ummu Habibah. Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya. Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya:
“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu. Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya. Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, amin!”.
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya……….Imam Syafi’i.
Jika suatu saat kau jadi ibu……
Jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya Abdurrahman. Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram, dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu.
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, besok kamu adalah Imam Masjidil Haram…”, katanya memotivasi sang anak. “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, besok kamu adalah imam masjidil haram…”
Sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan. Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi imam masjidil Haram dan ulama dunia yang disegani. Kita pasti sering mendengar murattalnya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama………. Abdurrahman As-Sudais.
Arti Sebuah Cinta

Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah An-Nawawi

DefinisiCinta Untuk mendefinisikan cinta sangatlah sulit, karena tidak bisa dijangkau dengan kalimat dan sulit diraba dengan kata-kata. Ibnul Qayyim mengatakan:
“Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.”
(Madarijus Salikin, 3/9)

HakikatCintaCinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.

Cinta kepada AllahCinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga. Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin (3/22) berkata:
”Sebagian salaf mengatakan bahwa suatu kaum telah mengaku cinta kepada Allah lalu Allah menurunkan ayat ujian kepada mereka:“Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” (Ali ‘Imran: 31)Mereka (sebagian salaf) berkata: “(firman Allah) ‘Niscaya Allah akan mencintai kalian’, ini adalah isyarat tentang bukti kecintaan tersebut dan buah serta faidahnya. Bukti dan tanda (cinta kepada Allah) adalah mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, faidah dan buahnya adalah kecintaan Allah kepada kalian. Jika kalian tidak mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam maka kecintaan Allah kepada kalian tidak akan terwujud dan akan hilang.”Bila demikian keadaannya, maka mendasarkan cinta kepada orang lain karena-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dan nilai di sisi Allah. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu: “Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43)

Ibnul Qayyim mengatakan bahwa di antara sebab-sebab adanya cinta (kepada Allah) ada sepuluh perkara:Pertama, membaca Al Qur’an, menggali, dan memahami makna-maknanya serta apa yang dimaukannya.Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib.Ketiga,terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan.Keempat, mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu.Kelima, hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya.Keenam, menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya.Ketujuh, tunduknya hati di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala.Kedelapan, berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya ketika Allah turun (ke langit dunia).Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur.Kesepuluh, menjauhkan segala sebab-sebab yang akan menghalangi hati dari Allah Subhanahu wa ta’ala. (Madarijus Salikin, 3/18, dengan ringkas)

Cinta adalah Ibadah Sebagaimana telah lewat, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana ibadah-ibadah yang lain. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)“Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54)Adapun dalil dari hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam adalah hadits Anas yang telah disebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.”

Macam-macam cinta
Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat macam:

Pertama,cinta ibadah.Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas.

Kedua,cinta syirik.Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)

Ketiga, cinta maksiat.Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan- Nya. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:“Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20)

Keempat, cinta tabiat.Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang dibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:“Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita dar pada kita.”(Yusuf:8) Jika cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban , maka berubahlah menjadi cinta maksiat. Bila cinta tabiat ini menyebabkan kita lebih cinta kepada benda-benda tersebut sehingga sama seperti cinta kita kepada Allah atau bahkan lebih, maka cinta tabiat ini berubah menjadi cinta syirik.

Buah cinta
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah mengatakan: “Ketahuilah bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat.” (Majmu’ Fatawa, 1/95)Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di Rahimahullah menyatakan: “Dasar tauhid dan ruhnya adalah keikhlasan dalam mewujudkan cinta kepada Allah. Cinta merupakan landasan penyembahan dan peribadatan kepada-Nya, bahkan cinta itu merupakan hakikat ibadah. Tidak akan sempurna tauhid kecuali bila kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya juga sempurna.” (Al-Qaulus Sadid, hal. 110)Bila kita ditanya bagaimana hukumnya cinta kepada selain Allah? Maka kita tidak boleh mengatakan haram dengan spontan atau mengatakan boleh secara global, akan tetapi jawabannya perlu dirinci.

Pertama, bila dia mencintai selain Allah lebih besar atau sama dengan cintanya kepada Allah maka ini adalah cinta syirik, hukumnya jelas haram.

Kedua, bila dengan cinta kepada selain Allah menyebabkan kita terjatuh dalam maksiat maka cinta ini adalah cinta maksiat, hukumnya haram.

Ketiga, bila merupakan cinta tabiat maka yang seperti ini diperbolehkan.

Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.Kita sering mendengar kata yang terdiri dari lima huruf: CINTA. Setiap orang bahkan telah merasakannya, namun sulit untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Berdasarkan hal itu, seseorang dengan gampang bisa keluar dari jeratan hukum syariat ketika bendera cinta diangkat. Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mengatakan,
“Kami sama-sama cinta, suka sama suka.” Karena alasan cinta, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta pula, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.Demikianlah bila kebodohan telah melanda kehidupan dan kebenaran tidak lagi menjadi tolok ukur. Dalam keadaan seperti ini, setan tampil mengibarkan benderanya dan menabuh genderang penyesatan dengan mengangkat cinta sebagai landasan bagi pembolehan terhadap segala yang dilarang Allah dan Rasul-Nya Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Ali ‘Imran: 14)

Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan: “Allah memberitakan dalam dua ayat ini (Ali ‘Imran: 13-14) tentang keadaan manusia kaitannya dengan masalah lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah menjelaskan perbedaan yang besar antara dua negeri tersebut. Allah Subhanahu wa ta’ala memberitakan bahwa hal-hal tersebut (syahwat, wanita, anak-anak, dsb) dihiaskan kepada manusia sehingga membelalakkan pandangan mereka dan menancapkannya di dalam hati-hati mereka, semuanya berakhir kepada segala bentuk kelezatan jiwa. Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.”

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dalam haditsnya dari shahabat Tsauban radhiyallahu’anhu mengatakan: ‘Hampir-hampir orang-orang kafir mengerumuni kalian sebagaimana berkerumunnya di atas sebuah tempayan.’ Seseorang berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah jumlah kita saat itu sangat sedikit?’ Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam berkata: ‘Bahkan kalian saat itu banyak akan tetapi kalian bagaikan buih di atas air. Dan Allah benar-benar akan mencabut rasa ketakutan dari hati musuh kalian dan benar-benar Allah akan campakkan ke dalam hati kalian (penyakit) al-wahn.’ Seseorang bertanya: ‘Apakah yang dimaksud dengan al-wahn wahai Rasulullah?’ Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab: ‘Cinta dunia dan takut mati.’ (HR. Abu Dawud no. 4297, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 3610)